Sendu Di Akhir April

kembangku lily

Langit april mulai meredup pasrah

Ratap sisa gerimis di siku baju yang basah

Ada yang layu sebelum sempat menetap

Di antara lembar kalender yang mulai tersingkap

Angin sore terasa sedikit lebih dingin

Membisikkan pamit pada setangkai lily yang luhur

Kita hanyalah dua ingatan yang ingin

Namun terhenti di garis waktu yang mulai layu dan lebur

Secangkir teh panas mendingin tanpa sapa,

Aroma tanahnya tertinggal, melekat di sela jemari

April segera usai, namun ia membawa apa?

Selain rindu yang tak sempat lagi terbagi

Esok Mei akan datang mengetuk pintu

Menawarkan warna baru pada langit yang biru

Namun biarkan sejenak aku membatu

Menikmati sendu di akhir april yang kelu dan pilu