✦ Tips Kecantikan & Perawatan Tubuh
Skincare

Perbedaan Sunscreen dan Sunblock, Serta Cara Menentukan Sunscreen yang Baik untuk Kulit Kita

orell • 7 Sep 2026
perbedaan sunscreen dan sunblock

Paparan sinar matahari merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Beraktivitas di luar ruangan, berkendara, berjalan kaki, bahkan berada di dekat jendela membuat kulit berpotensi menerima paparan radiasi ultraviolet (UV).

Jika kulit terlalu sering terpapar sinar UV tanpa perlindungan yang memadai, berbagai masalah dapat muncul, mulai dari kulit terbakar, warna kulit tidak merata, munculnya noda gelap, hingga tanda-tanda penuaan kulit yang lebih cepat.

Karena itu, penggunaan produk pelindung matahari menjadi salah satu langkah penting dalam perawatan kulit. Namun, ketika mencari produk di pasaran, kita sering menemukan istilah perbedaan sunscreen dan sunblock.

Lalu, apakah keduanya benar-benar berbeda?

Apa Itu Sunscreen? Apa Perbedaan Sunscreen Dan Sunblock?

Sunscreen merupakan produk yang digunakan untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah sunscreen sering digunakan untuk berbagai produk tabir surya yang tersedia dalam bentuk lotion, krim, gel, spray, maupun formula lainnya.

Produk sunscreen modern umumnya dinilai berdasarkan beberapa karakteristik penting, seperti SPF, perlindungan terhadap UVA dan UVB, serta ketahanan terhadap air.

Dengan kata lain, ketika memilih sunscreen, jangan hanya terpaku pada angka SPF yang tercantum pada kemasan.

Lalu, Apa yang Dimaksud dengan Sunblock?

Sunblock secara harfiah sering dipahami sebagai produk yang “menghalangi” sinar matahari. Istilah tersebut cukup populer dalam percakapan sehari-hari, tetapi dalam konteks produk perlindungan matahari modern, pembagian sunscreen sebagai produk kimia dan sunblock sebagai produk fisik tidak selalu sesederhana itu.

Produk yang menggunakan bahan mineral seperti zinc oxide atau titanium dioxide sering dikategorikan sebagai mineral sunscreen.

Sementara itu, banyak produk menggunakan istilah sunscreen secara umum tanpa membedakannya berdasarkan mekanisme bahan aktifnya.

Jadi, perbedaan sunscreen dan sunblock yang sering kita dengar lebih banyak berkaitan dengan istilah pemasaran dan cara orang mengelompokkannya. Hal yang lebih penting adalah melihat informasi pada label produk dan tingkat perlindungan yang ditawarkan.

Perbedaan Sunscreen Dan Sunblock: Jangan Hanya Melihat Angka SPF

Salah satu informasi yang paling mudah ditemukan pada kemasan tabir surya adalah SPF atau Sun Protection Factor.

SPF terutama berkaitan dengan perlindungan terhadap UVB, yaitu jenis radiasi ultraviolet yang berperan besar dalam menyebabkan kulit terbakar.

Namun, angka SPF bukan berarti menunjukkan berapa lama seseorang dapat berada di bawah matahari tanpa perlu menggunakan ulang produk.

Untuk penggunaan sehari-hari, American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih tinggi, memiliki perlindungan broad spectrum, dan memiliki ketahanan terhadap air bila diperlukan.

Karena itu, sunscreen SPF tinggi sekalipun tetap perlu digunakan dengan cara yang benar.

Mengapa Broad Spectrum Penting?

Selain UVB, terdapat UVA yang juga dapat memberikan dampak terhadap kulit.

UVA berkaitan dengan proses penuaan kulit dan dapat berkontribusi terhadap perubahan warna kulit. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap sinar matahari sebaiknya tidak hanya berfokus pada UVB.

Istilah broad spectrum pada produk menunjukkan bahwa produk tersebut memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB.

Inilah salah satu informasi yang sebaiknya diperhatikan ketika membeli sunscreen.

Bagaimana Menentukan Sunscreen yang Baik?

Tidak ada satu produk sunscreen yang pasti paling cocok untuk semua orang. Kondisi kulit, aktivitas, dan lingkungan dapat memengaruhi pilihan produk yang terasa nyaman digunakan.

Berikut beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan.

1. Pilih SPF 30 atau Lebih

Untuk penggunaan rutin, pilih produk dengan SPF minimal 30. SPF yang lebih tinggi dapat memberikan perlindungan tambahan, tetapi tetap bukan pengganti penggunaan yang benar dan pemakaian ulang secara berkala.

2. Pastikan Memiliki Broad Spectrum

Cari keterangan broad spectrum pada kemasan. Dengan demikian, produk memberikan perlindungan terhadap UVA sekaligus UVB.

3. Sesuaikan dengan Aktivitas

Jika Anda banyak berkeringat, berenang, atau melakukan kegiatan outdoor, pertimbangkan sunscreen yang memiliki keterangan water resistant.

Perlu diketahui bahwa water resistant bukan berarti produk akan bertahan selamanya ketika terkena air. Sunscreen tetap perlu diaplikasikan kembali setelah berenang atau berkeringat banyak.

4. Pertimbangkan Kondisi Kulit Berminyak

Pemilik kulit berminyak atau mudah mengalami penyumbatan pori dapat mempertimbangkan produk dengan label non-comedogenic.

Tekstur yang ringan, seperti gel atau lotion ringan, juga sering terasa lebih nyaman untuk jenis kulit tersebut.

5. Kulit Kering Membutuhkan Formula yang Nyaman

Jika kulit cenderung kering, pilih produk yang memberikan sensasi melembapkan sehingga penggunaan sunscreen tidak membuat kulit terasa semakin kaku atau tidak nyaman.

Perhatikan pula rutinitas skincare secara keseluruhan agar perlindungan matahari tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan hidrasi kulit.

6. Kulit Sensitif Bisa Mempertimbangkan Sunscreen Mineral

Untuk sebagian orang dengan kulit sensitif, sunscreen berbahan mineral seperti zinc oxide atau titanium dioxide dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.

Namun, kecocokan produk tetap bersifat individual. Produk yang nyaman bagi satu orang belum tentu memberikan pengalaman yang sama pada orang lain.

Baca juga artikel tentang cara mencerahkan kulit pria secara alami.

Bagaimana Cara Menggunakan Sunscreen yang Benar?

Memilih produk yang bagus saja belum cukup. Cara pemakaiannya juga menentukan seberapa optimal perlindungan yang didapatkan.

Sunscreen sebaiknya diaplikasikan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Ketika berada di luar, penggunaan perlu diulang secara berkala, terutama setelah berkeringat atau terkena air. AAD secara umum menyarankan pengaplikasian ulang sekitar setiap dua jam ketika berada di luar ruangan, serta lebih cepat setelah berenang atau berkeringat.

Selain sunscreen, perlindungan dari matahari dapat diperkuat dengan mengenakan pakaian yang menutup kulit, topi, kacamata hitam, serta mencari tempat teduh ketika memungkinkan.

Sunscreen untuk Kebutuhan Khusus

Kebutuhan kulit setiap orang tidak selalu sama.

Misalnya, seseorang yang memiliki masalah noda gelap mungkin mempertimbangkan sunscreen berwarna atau tinted sunscreen. Produk yang mengandung iron oxide dapat membantu memberikan perlindungan tambahan terhadap cahaya tampak, yang relevan dalam konteks hiperpigmentasi pada sebagian orang.

Sementara itu, orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan mungkin lebih membutuhkan formula yang tahan terhadap air dan keringat.

Artinya, sunscreen terbaik bukan selalu produk dengan harga paling mahal atau SPF paling tinggi, tetapi produk yang sesuai kebutuhan dan dapat digunakan secara konsisten.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Sunscreen

Beberapa kebiasaan dapat membuat perlindungan dari sunscreen menjadi kurang optimal.

Contohnya:

  • hanya menggunakan sunscreen ketika cuaca terasa sangat panas;
  • mengoleskan produk terlalu sedikit;
  • tidak melakukan pemakaian ulang;
  • lupa melindungi bagian seperti leher dan telinga;
  • tidak mengaplikasikan kembali setelah berenang atau berkeringat;
  • memilih produk tanpa memperhatikan kebutuhan kulit.

Konsistensi menjadi salah satu faktor penting. Sunscreen sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit, bukan hanya digunakan sesekali.

Jadi, Mana yang Lebih Baik: Sunscreen atau Sunblock?

Pertanyaan tersebut sebenarnya tidak perlu dijawab dengan memilih salah satunya.

Daripada hanya melihat tulisan sunscreen atau sunblock pada bagian depan kemasan, lebih baik periksa karakteristik produk secara keseluruhan.

Cari produk yang menawarkan SPF 30 atau lebih, broad spectrum, serta karakteristik lain yang sesuai dengan aktivitas dan kondisi kulit Anda.

Untuk aktivitas yang melibatkan air atau keringat, pertimbangkan formula water resistant. Sedangkan untuk penggunaan harian, kenyamanan tekstur juga penting karena produk yang nyaman digunakan akan lebih mudah dipakai secara konsisten.

Kesimpulan

Perbedaan sunscreen dan sunblock yang sering dibicarakan sebenarnya tidak sesederhana anggapan bahwa satu produk hanya “menyerap” sinar matahari sedangkan yang lain sepenuhnya “memantulkannya”.

Saat ini, yang lebih penting adalah memahami tingkat SPF, perlindungan broad spectrum, ketahanan terhadap air, bahan aktif, serta kecocokan produk dengan kondisi kulit.

Untuk perlindungan sehari-hari, pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 dan broad spectrum. Sesuaikan formula dengan jenis kulit dan aktivitas, kemudian gunakan kembali secara berkala ketika berada di luar ruangan.

Dengan pemilihan produk dan kebiasaan penggunaan yang tepat, perlindungan terhadap paparan sinar UV dapat menjadi bagian yang lebih efektif dari rutinitas perawatan kulit.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter kulit atau tenaga kesehatan profesional. Jika memiliki kondisi kulit tertentu atau sedang menggunakan obat/perawatan khusus, konsultasikan pilihan produk dengan tenaga kesehatan yang sesuai.

Exit mobile version